Contoh AUTOBIOGRAFI serta persyaratan dokumentasi
AUTOBIOGRAFI
Nama
saya Ahmad Wildan Faza, saya anak terakhir dari 4 bersaudara dari ketiga kakak
saya laki-laki semua sudah menikah. Saya tinggal di Ds. Bawu Rt. 06/01
Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, dan saya hidup serumah dengan nenek saya
yang bernama Sukemi.
Ayah
saya bernama Darwanto sedangkan Ibu saya bernama Muslimah, ayah saya bekerja
sebagai supir angkutan umum dan ibuku sudah meninggal ketika aku masih kecil.
Saat ini saya mahasiswa semester 3 Prodi PGSD Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan UNISNU Jepara.
Aku
dibesarkan oleh keluarga yang kurang mampu karena nenekku adalah seorang petani
yang menghandalkan hasil sawah dan perkebunan. Namun, dengan kehidupan yang
sederhana ini, aku dan nenekku tidak mengenal gengsi karena kami tahu jumlah harta
tidak akan bisa membeli kebahagiaan.
Pada
saat aku umur 8 tahun, ibuku sudah tiada dan ayahku menikah lagi. Di situlah
hidupku mulai mengenal arti dari mandiri yang hidup hanya bersama nenek. Sejak
ayahku menikah lagi hidupku sudah tak diperdulikan dan tak diperhatikan lagi,
waktu terus berjalan aku hendak putus sekolah ketika ingin melanjutkan Sekolah
Menengah ke Atas karena masalah yang utama adalah ekonomi yang kurang terjamin.
Namun, saat itu aku memang merasa terbodohi oleh nasib.
Di
kemudian hari paman saya menemuiku dan memberi solusi metode agar tidak putus
sekolah yaitu dengan cara meminta bantuan dari pihak sekolah dan Alhamdulillah
jenjang pendidikanku selama 12 Tahun SD s/d SMA sudah terlewati semua karena
dibantu beasiswa dari sekolah. Dan pada saat itu saya berpikir pendidikan hanya
lulus SMA itu tidak cukup bagiku, kemudian aku melanjutkan ke Perguruan Tinggi
UNISNU Jepara. Biaya persemester dari semester 1 s/d 3 itu semua hasil kerja
keras saya ketika liburan semester. Dan soal uang jajan serta kebutuhan
sehari-hari aku hanya mengandalkan hasil kebun nenek seperti menjual kelapa,
rambutan, singkong, Dll.
Karena
ayahku sudah tidak peduli dan tidak bisa mengoperasiakan hanphone jadi saya
tidak pernah menghubungi beliau dan rumahnya cukup jauh dari tempat tinggalku,
aku hanya di perhatikan oleh paman saya bernama Sugito kakak dari ibu saya ia
memiliki 3 anak, jadi saya tidak ingin merepotkan dan beliau juga tak sanggup memenuhi kebutuhan hidup
saya, paman hanya bisa memberikan solusi, solusi dan solusi.
Saya
hidup membanting tulang mandi keringat dari kecil sudah biasa serta senang
maupun duka selalu aku lalui dengan sosok nenek, yang hidup di gubuk beralaskan
tanah dan berdinding kayu serta makan sehari-hari pun seadanya. Walaupun aku
memiliki 3 saudara kandung tak tahu kenapa mereka tidak mau sedikitpun
menyumbang, mengurus dan membiayai studiku, aku hanya bisa mengandalkan do’a
yang di ijabah dan bekerja keras untuk kedepannya.
Dokumentasi
:
(Tempat tinggal di Desa Bawu Rt. 06/01 Kec. Batealit
Kab. Jepara)
...............................
Leave a Comment