Contoh Laporan Observasi Psikologi Perkembangan Prodi PGSD Fakultas FTIK UNISNU JEPARA


LAPORAN KEGIATAN OBSERVASI
PERAN POSYANDU DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN BALITA DAN ANAK-ANAK DI DESA MINDAHAN KIDUL



LOGO




Disusun guna Memenuhi Tugas Akhir Semester Ganjil
Mata Kuliah Psikologi Perkembangan
Dosen PengampuAnita Afrianingsih, M.Pd.
Kelas 3PGSDA2
Oleh
.............................
.............................
.............................

PROGAM STUDI PENIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA JEPARA
2019

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikumWr. Wb.
            Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan kegiatan observasi tentang “Peran Posyandu dalam Meningkatkan Kesehatan Balita dan Anak-Anak di Desa”. Kami mengucapkan terima kasih kepada IbuAnita Afrianingsih, M.Pd.dosen mata kuliah Psikologi Perkembangan selaku pembimbing materi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga laporan kegiatan observasi ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Laporan kegiatan observasi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan laporan kegiatan observasi kami yang akan datang. Semoga laporan kegiatan observasi ini dapat memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Demikian laporan kegiatan observasi ini kami buat semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikumWr. Wb.

Jepara, 4 Januari  2019


Penyusun







DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................... ........ i
KATA PENGANTAR................................................................................... ....... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................. ...... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang............................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah........................................................................................ 2
C.     Tujuan Penulisan.......................................................................................... 2
D.    Manfaat Observasi................................................................................ ....... 2

BAB II LANDASAN TEORI
A.    Pengertian posyandu.................................................................................... 4
1.      Tujuan posyandu.............................................................................. ....... 4
2.      Sasaran posyandu............................................................................. ....... 5
3.      Fungsi posyandu.............................................................................. ....... 5
4.      Manfaat posyandu........................................................................... ....... 6
5.      Kegiatan posyandu.......................................................................... ....... 7
6.      Kader posyandu............................................................................... ....... 7
7.      Lokasi posyamdu............................................................................. ....... 8
B.     Partisipasi masyarakat........................................................................... ....... 8
1.      Indikator pertisipasi masyarakat...................................................... ....... 9
C.     Pertumbuhan......................................................................................... ..... 10
1.      Ciri-ciri tumbuh kembang anak........................................................ ..... 10
2.      Penilaian pertumbuhan fisik anak.................................................... ..... 11

BAB III LOKASI OBSERVASI
A.    Lokasi dan Waktu Observasi..................................................................... 13
B.     Subjek Observasi........................................................................................ 13
C.     Variabel Observasi..................................................................................... 13
D.    Teknik Pengumpulan Data......................................................................... 14
BAB IV HASIL OBSERVASI
A.    Paparan Profil Subjek yang Diobservasi............................................... ..... 16           
B.     Data Asli.................................................................................................... 16

BAB V PEMBAHASAN
A.    Keberhasilan Program Posyandu.......................................................... ..... 21
B.     Kepuasan Masyarakat Terhadap Program Posyandu................................. 22
C.     Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Posyandu................................ 22

BAB VI PENUTUP
A.    Simpulan.................................................................................................... 24
B.     Saran.......................................................................................................... 24

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN












BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Kesehatan merupakan hak asasi (UUD 1945, pasal 28 H ayat 1 dan UU No 23 Tahun 1992) dan sekaligus sebagai investasi, sehingga perlu diupayakan, diperjuangkan dan ditingkatkan oleh setiap individu dan oleh seluruh komponen bangsa, agar masyarakat dapat menikmati hidup sehat, dan pada akhirnya dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal ini perlu dilakukan, karena kesehatan bukanlah tanggung jawab pemerintah saja, namun merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat, termasuk swasta. Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, gunamemberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untk mepercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Upaya pengembangan kualitas SDM dengan mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak dapat dilaksanakan secara merata apabila sistem pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat seperti posyandu dapat dilakukan secara efektif dan efisien dan dapat menjangkau semua sasaran yang membutuhkan layanan tumbuh kembang anak, ibu hamil, ibu menyusui, nifas.
Sejak terjadinya krisis ekonomi berlangsung diIndonesia yang berkepanjangan sejak tahun 1997, berpengaruh terhadap kinerja Posyandu yang turun secara bermakna. Dampaknya terlihat pada menurunya status gizi dan kesehatan masyarakat kelompok rentan, yakni bayi, anak balita, ibu hamil, dan menyusui. Sebagian besar Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di daerah Jawa Tengah terutama di pedesaan tidak berfungsi secara optimal karena minimnya dana operasional. Kondisi ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, program revitalisasi Posyandu di daerah, terutama di pedesaan, sudah mendesak dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan, pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan peningkatan status gizi masyarakat melalui Posyandu dimasa yang mendatang dengan semangat kebersamaan dan keterpaduan sesuai dengan fungsi masing-masing di tanah air.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut.
1.        Bagaimana peran program posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Mindahan Kidul?
2.        Bagaimana persepsi warga di Desa Mindahan Kidul mengenai eksistensi posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat?
3.        Bagaimana partisipasi masyarakat terhadap Posyandu di Desa Mindahan Kidul?

C.      Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan permasalahan di atas, maka tujuan penulisan adalah sebagai berikut.
1.        Mendeskripsikan peran program posyandu yang telah dilakukan oleh para kader Posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat desa di Desa Mindahan Kidul.
2.        Menjelaskan persepsi masyarakat mengenai eksistensi posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat desa diDesa Mindahan Kidul.
3.        Menjelaskan partisipasi masyarakat terhadap Posyandu di Desa Mindahan Kidul.

D.      Manfaat Observasi
Adapun manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada warga akan pentingnya Posyandu bagi pemantauan tumbuh kembang balita.
1.         Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis yang bisa diharapkan dari penelitian ini adalah menambah wawasan tentang pelayanan Posyandu, partisipasi masyarakat dan tumbuh kembang balita peserta posyandu.
2.         Manfaat Praktis
Terdapat manfaat praktis yang bisa diambil dari adanya observasi ini diantaranya sebagai berikut.
a.         Bagi Orangtua
Menambah kesadaran orang tua akan pentingnya Posyandu sebagai pemantauan tumbuh kembang balita dan pemantauan imunisasi untuk buah hati mereka.
b.        Bagi Kader
Menambah wawasan bagi kader untuk lebih meningkatkan layanan Posyandu dan meningkatkan partisipasi masyarakat di wilayah kerja kader tersebut.
c.         Bagi Peneliti
Menambah wawasan tentang layanan Posyandu, respon masyarakat dan tumbuh kembang balita.













BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Posyandu
Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. (Panduan Posyandu, Kemen Kes, 2011: 11).
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), adalah suatu tempat pelayan dalam wilayah kerja tertentu dengan kegiatan terpadu, yang bersifat dari oleh dan untuk masyarakat secara terpadu dengan program-program dari instansi terkait untuk mencapai tujuan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera atau KKBS. (Pedoman Kader, Kemen Kes, 2011:11).

B.     Tujuan Posyandu
Posyandu bertujuan untuk pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang dibagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus, yang akan dijejelaskan sebagai berikut (Kementrian Kesehatan, 2011: 12).
1.         Tujuan Umum
Menunjang percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Anak Balita (AKABA) di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat.
2.         Tujuan Khusus
Meningkatnya peran masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar, Meningkatnya peran lintas sektor dalam penyelenggaraan Posyandu, terutama berkaitan dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA. Meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA.

C.    Sasaran Posyandu
Posyandu merupakan program pemerintah dibidang kesehatan, sehingga semua anggota masyarakat dapat memanfaatkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Sasaran posyandu adalah seluruh masyarakat/keluarga, yang menjadi sasaran utamanya adalah bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, dan Pasangan Usia Subur (PUS) (Kementrian Kesehatan, 2011: 13).
1.         Bayi
Bayi adalah masa bawah 1 tahun, yaitu anak yang baru lahir dan berusia kurang dari 1 tahun.
2.         Anak balita
3.         Balita adalah masa bawah 5 tahun, yaitu anak umur 0 sampai 5 tahun
4.         Ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
5.         Pasangan Usia Subur (PUS)
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, sasaran posyandu merupakan bayi, balita, ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, Pasangan Usia Subur (PUS) dan Wanita Usia Subur (WUS) (Efendi, 1998: 268).

D.   Fungsi Posyandu
Posyandu berfungsi sebagai pemberdayaan masyarakat untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama untuk penurunan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak Balita. Yang dijelaskan sebagai berikut (Kementrian Kesehatan RI, 2011: 13).
1.         Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak Balita.
2.         Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak Balita. Program Posyandu ditujukan untuk memperbaiki kualitas pertumbuhan dan kesehatan ibu dan anak, sehingga Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak Balita dapat dicegah dan ditangani lebih dini oleh pemerintah.

E.     Manfaat Posyandu
Posyandu tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat saja tetapi juga untuk kader, tokoh masyarakat, dan puskesmas. Yang dijabarkan sebagai berikut:
1.         Bagi Masyarakat
a.         Mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA.
b.        Memperoleh layanan secara profesional dalam pemecahan masalah kesehatan terutama terkait dengan kesehatan ibu dan akak
c.         Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar terpadu dan pelayanan sosial sektor lain.
2.         Bagi kader, pengurus posyandu dan tokoh masyarakat
a.         Mendapatkan informasi terlebih dahulu tentang upaya kesehatan yang terkait dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA.
b.        Dapat pewujutkan aktualisasi dirinya dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah terkait dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA.
3.         Bagi Puskesmas
a.         Optimalisasi fungsi Puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan ksesehatan perorangan primer dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer.
b.        Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai kondisi setempat.
c.         Mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat.
Kegiatan posyandu berada di tengah masyarakat membawakan manfaat yang amat besar bagi kelangsungan hidup masyarakat. Selain kesehatan ibu dan balita dapat terpantau dengan baik dan permasalahan kesehatan dapat dicegah, juga pada kader dan tokoh masyarakat dapat mendapat informasi terlebih dahulu dan dapat membantu masyarakat kaitannya dalam penurunan tingkat Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak Balita.

F.     Kegiatan Posyandu
Kegiatan di Posyandu pada umumnya melipuli pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan kesehatan ibu dn anak seperti imunisasi untuk pencegahan penyakit, penanggulangan diare, pelayanan KB, penyuluhan dan konseling atau rujukan konseling jika diperlukan (Kementrian Kesehatan RI, 2011: 25).

G.    Kader Posyandu
Kader adalah warga masyarakat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela. Anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu (Kementrian Kesehatan RI, 2011: 19).
Jumlah kader posyandu adalah minimal lima orang. Jumlah ini sesuai dengan jumlah langkah yang dilaksanakan oleh posyandu, yakni yang mengacu pada sistim 5 meja. Kegiatan yang dilaksanakan pada setiap langkah serta para penanggungjawab penyelenggaraannya secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut (KemenKes RI, 2011: 31).



H.    Lokasi Posyandu
Berada di tempat yang mudah didatangi oleh masyarakat. Lokasi posyandu ditentukan sendiri oleh masyarakat. Posyandu berada di setiap desa atau kelurahan atau sebutan lainnya yang sesuai. Bila diperlukan dan memiliki kemampuan, dimungkinkan untuk didirikan di RW, dusun atau sebutan lainnya yang sesuai (Efendi, 1998: 269).

I.       Partisipasi Masyarakat
Secara umum partisipasi masyarakat merupakan suatu bentuk keterlibatan secara aktif dari masyarakat dalam segala bidang kehidupan. Hal ini berkaitan dengan pengertian partisipasi yang dikemukakan dalam kamus besar Bahasa Indonesia tahun 2005 yang menyatakan partisipasi sebagai hal turut berperan serta dalam suatu kegiatan (Pusat Bahasa, Depdiknas 2005).
Partisipasi masyarakat umumnya dipandang sebagai suatu bentuk perilaku. Salah satu bentuk perilaku kesehatan adalah partisipasi ibu balita dalam program Posyandu, yang mewujudkan dengan membawa anak mereka untuk ditimbang berat badannya ke Posyandu secara teratur setiap bulan, karena perilaku keluarga sadar gizi (keluarga yang mampumengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya) salah satunya dapat dilihat dari indikator menimbang berat badan balita secara teratur ke Posyandu. Penimbangan balita dikatakan baik apabila minimalada empat kali anak balita ditimbang ke Posyandu secara berturut-turutdalam enam bulan dan dikatakan tidak baik apabila kurang dari empat kali secara berturut-turut ke Posyandu dalam enam bulan (Depkes RI, 2006).
Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa partisipasi masyarakat adalah suatu proses sosial anggota kelompok masyarakat mengidentifkasi kebutuhan-kebutuhannya, mengambil keputusan dan menetapkan mekanisme untuk memenuhi kebutuhannya.



J.      Indikator Partisipasi Masyarakat
Dalam kegiatan posyanduyang dapat dijadikan sebagai indicator tingkat partisipasi masyarakat, sebagai berikut:
1.         Keanggotaan
Pada kamus besar bahasa Indonesia kata anggota dapat diartikan bahwa anggota yg dipilih untuk mengelola perkumpulan. Sedangkan keanggotaan dapat diartikan bahwa hal atau kedudukan sebagai anggota dalam kepengurusan.
2.         Perencanaan
Menurut Sudjana dalam Majid (2009: 16) menyatakan bahwa perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang.
3.         Implementasi
Menutut Usman dalam Wijaya (2012) mengemukakan bahwa implementasi adalah bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya mekanisme suatu sistem. Implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan.
4.         Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan konsep pendidikan di dalam bidang kesehatan. Konsep pendidikan kesehatan adalah konsep pendidikan yang diaplikasikan pada bidang kesehatan Notoatmodjo (2003: 97).
5.         Pengembangan Program
Pengembangan adalah suatu kegiatan yang menghasilkan sesuatu alat atau cara merevisi sesuatu yang telah ada menjadi baik. Selama kegiatan itu dilaksanakan dengan maksud mengadakan penyempurnaan yang akhirnya alat atau cara tersebut dipandang cukup bagus untuk digunakan seterusnya maka berakhirlah kegiatan pengembangan.



K.    Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah berkaitan dengan masalah perubahan secara kuantitatif yaitu peningkatan ukura dan struktur. Tidak saja anak itu menjadi besar secara fisik, tetap ukuran dan struktur organ dalam dan otak meningkat (Hurlock, 1978: 23). Pertumbuhan adalah ukuran dan bentuk tubuh atau anggota tubuh, misalnya bertambah berat badan, bertambah tinggi badan, bertambah lingkar kepala, bertambah lingkar lengan, tumbuh gigi susu, dan perubahan tubuh yang lainnya.
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan antar sel, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang atau berat. Sedangkan menurut Chaplin dalam Desmita (2009: 5) pertumbuhan adalah suatu pertambahan atau kenaikan dalam ukuran dari bagian-bagian tubuh atau organisme sebagai satu keseluruhan. Dan menurut Sinolungan dalam Desmita (2009: 5) pertumbuhan menunjuk pada perubahan kuantitatif, yaitu dapat dihitung atau diukur seperti panjang atau berat tubuh.
Dari beberapa pengertian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk pada perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan ukuran dan struktur, seperti pertumbuhan badan yang dapat diukur menggunakan alat.

L.     Ciri-Ciri Tumbuh Kembang Anak
Tumbuh kembang anak yang sudah dimuai sejak masa konsepsi sampai dewasa. Menurut Soetjiningsih (1995: 14) tumbuh kembang anak mempunyai ciri-ciri tersendiri, yaitu:
a.         Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak di dalam kandungan dan stelah dilahirkan, yaang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan.
b.         Dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan diantara organ-organ.
c.         Pola perkembangan semua anak sama, tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya.
d.        Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem susunan saraf, contoh tidak ada latihanyang dapat menyebabkan anak dapat berjalan sampai sistem saraf siap untuk berjalan.
e.         Aktivitas seluruh tubuh diganti respons individu yang khas.
f.          Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal. Langkah pertama sebelum berjalan adalah perkembangan menegakkan kepala.
g.         Reflek primitif seperti reflek memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai (Soetjiningsih, 1995: 14).
Setiap anak adalah individu yang unik, karena faktor bawaan yang berbeda maka pertumbuhan dan pencapaian kemampuan perkembangannya juga berbeda pada setiap anak.

M.   Penilaian Pertumbuhan Fisik Anak
Penilaian tumbuh kembang anak perlu dilakukan untuk menentukan apakah tumbuh kembang seorang anak berjalan normal atau tidak. Anak yang sehat akan menunjukkan tumbuh kembang yang optimal. Proses tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan mulai dari proses kehamilan sampai dewasa, yang mengikuti pola tertentu yang khas untuk setiap anak. Penilaian pertumbuhan anak dilakukan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkaran lengan atas, lipatan kulit (Soetjiningsih 1995: 38).
1.         Berat Badan
Berat badan merupakan hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. Berat badan dipakai sebagai indikator untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh kembang anak.
2.         Tinggi Badan
Ukuran tinggi badan pada masa pertumbuhan meningkat terus sampai tinggi maksimal dicapai. Walaupun kenaikan tinggi badan ini berfluktuasi, diman tinggi badan meningkat pada masa bayi, kemudian melambat dan menjadi cepat kembali selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada umur 18-20 tahun. Pengukuran tinggi badan dapat dilakukan dengan alat pengukur tinggi badan.
3.         Lingkar Kepala
Lingkar kepala mencerminkan volume intrakkranial. Dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. Apabila otak tidak tumbuh normal maka kepala akan kecil.
4.         Lingkar Lengan Atas
Lingkar lengan atas mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan berat badan. Dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi atau tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah.
5.         Lipatan Kulit
Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak dibawah kulit, yang mencerminkan kecukupan energi.















BAB III
LOKASI OBSERVASI

A.      Lokasi dan Waktu Observasi
                   I.            Lokasi Observasi
Dalam observasi ini kami melakukan kegiatan observasi di Posyandu Desa Mindahan Kidul RT 04 RW 05 Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah.
                II.            Pelaksanaan Observasi
Kami melaksanakan observasi selama satu kali  pada hari Sabtu, 22 Desember 2018 dengan kegiatan sebagai berikut:
a.         Perkenalan dan meminta izin untuk melakukan observasi.
b.        Menyerahkan surat pengantar kepada Kepala Desa Mindahan Kidul.
c.         Melakukan kegiatan observasi di Posyandu bersama Bidan Desa dan Petugas Posyandu, dan balita peserta Posyandu
d.        Melakukan serangkaian wawancara dengan Bidan Desa dan ibu-ibu peserta Posyandu.
e.         Dokumentasi dengan Bidan Desa, petugas Posyandu, balita dan ibu-ibu peserta Posyandu.

B.       Subjek Observasi
     Subjek observasi yang kami pilih untuk menjadi narasumber observasi yaitu Bidan Desa, Petugas Posyandu serta ibu-ibu peserta Posyandu.

A.      Variabel Observasi
     Variabel observasi dalam kegiatan observasi ini  adalah perkembangan balita (bayi umur  0-5 tahun) mulai dari masih dalam kandungan sampai sekarang.


B.       Tehnik Pengumpulan Data
            Adapun teknik pengumpulan data observasi adalah sebagai berikut:
1.         Observasi
Observasi adalah mengumpulkan data atau keterangan yang harus dijalankan dengan melakukan usaha-usaha pengamatan secara langsung ke tempat yang akan diselidiki (Arikunto, 2006: 124). Banister mengemukakan (dalam Poerwandari, 2001) istilah observasi berasal dari bahasa Latin yang berarti melihat dan memperhatikan. Secara luas, Banister menjelaskan bahwa observasi diarahkan pada kegiatan yang memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Dalam observasi ini peneliti hanya melakukan observasi di Posyandu, yaitu dengan mengobservasi kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu. Hal ini dilakukan supaya observer mengetahui perkembangan balita mulai dari masih dalam kandungan sampai sekarang. Teknik yang digunakan dalam observasi ini dilakukan secara langsung. Peneliti mengamati kegiatan dan pelayanan di Posyandu, serta mengamati tingkah laku balita.
2.         Wawancara
Wawancara adalah suatu metode penelitian yang meliputi pengumpulan data melalui interaksi verbal secara langsung antara pewawancara dan responden (Sugiyono, 2014: 72). Adapun Kartono mengemukakan bahwa wawancara merupakan suatu percakapan tanya jawab lisan  antara dua orang atau lebih yang duduk berhadapan secara fisik dan diarahkan pada suatu masalah (Kartono, 1996: 187). Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti akan melaksanakan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya kecil atau sedikit (Sugiyono, 2010: 194). Dalam penelitian ini dipergunakan wawancara secara langsung dan  berstuktur dimana pertanyaan wawancara sudah dipersiapkan dalam bentuk pedoman wawancara. Responden yang diwawancarai adalah orang tua balita dan Bidan Desa. Tujuan dari wawancara ini untuk medapatkan riwayat perkembangan balita mulai dari dalam kandungan sampai sekarang serta mengetahui bagaimana pelayanan Posyandu di Desa.






















BAB IV
HASIL OBSERVASI

A.      Paparan Profil Subyek yang Diobservasi
     Subyek observasi yang peneliti pilih untuk narasumber observasi yaitu balita usia 0-5 tahun. Peniliti mengambil subyek observasi sebanyak 5 balita. Adapun profil mengenai narasumber adalah sebagai berikut.
No
Nama Ibu
Nama Balita
Usia Balita
1.
Ibu Askuriyah
Aqmilna Rahma Syahada
19 bulan (1 tahun 7 bulan)
2.
Ibu Ani Nurwidayanti
Sabina Salsabila Marwa
1,5 bulan
3.
Ibu Ulfatur Rokhimah
Muhammad Erka Erditama
2,5 tahun
4.
Ibu Akhlis Amalia
Najwa Aulia Silva
3 tahun 2 bulan
5.
Ibu Nafiatin Nuruniyah
Bagas Rafif As-Syadar
15 bulan

B.       Data Asli
            Data asli terdiri dari data hasil observasi dan wawancara.
1.         Hasil Observasi
Peneliti melakukan observasi di Posyandu Desa Mindahan Kidul RT 04/RW 05. Peneliti mengamati tentang kegiatan apa saja yang ada di Posyandu seperti proses penimbangan berat badan balita, proses pengukuran tinggi badan balita, proses pemberian imunisasi, proses pemberian vitamin, serta proses pelayanan yang diberikan oleh petugas Posyandu kepada masyarakat. Pelayanan Posyandu diberikan oleh Bidan Desa dan petugas Posyandu. Bidan Desa bertugas memberikan imunisasi dan vitamin kepada balita, dan petugas posyandu yang lain ada yang menimbang berat badan bayi, mengukur tinggi badan bayi, dan mengisi KMS.
Kegiatan Posyandu yang dilaksanakan berjalan dengan tertib dan teratur, semua ibu-ibu yang datang berkumpul, mendengarkan penyuluhan dan melakukan pemeriksaaan secara bergantian. Hasil dari pengukuran berat badan dan tinggi badan balita dicatat dalam buku ibu dan anak oleh petugas Posyandu. Pemberian imunisasi dan vitamin diberikan oleh Bidan Desa, banyak balita yang menangis setelah mendapat imunisasi, karena merasa sakit setelah disuntik.
2.         Hasil Wawancara
Berikut ini adalah hasil wawancara yang kami lakukan dengan ibu-ibu peserta posyandu dalam kegiatan observasi sebagai berikut.
a.         Ibu Askuriyah
Ibu Askuriyah mempunyai anak bernama Aqmilna Rahma Syahadaberusia 19 bulan (1 tahun 7 bulan) memiliki berat badan 9,9 kg dan tinggi badan 72 cm. Selama masa kehamilan, ibu hanya mengalami mual-mual, pusing, dan lemes pada usia kandungan 1-3 bulan,bulan selanjutnyadalam keadaan normal. Pada proses kehamilan, ibu sering meminum susu. Selama masa pertumbuhan, anak mendapat ASI secara eksklusif sampai usianya 5 bulan,selanjutnyadiganti dengan susu SGM. Masa pertumbuhan anak dalam keadaan normal-normal saja, tidak pernah mengalami alergi dan gatal-gatal karena daya tahan tubuh anak kebal. Di usia 9 bulan anak sudah bisa berjalan,dan pada usia 17 bulan anak sudah bisa berbicara dengan jelas, seperti mengucapkan kata “Bapak, Ibu, Mbah, dan Kakak”. Anak mempunyai perilaku yang aktif(hiperaktif),sering jalan-jalan, jarang tidur, dan mudah bergaul dengan teman. Ketika anak terlalu sering bermain maka berakibat pada kesehatannya, seperti batuk, pilek, dan tidak mau makan sehingga harus dibawa ke Bidan untuk berobat. Berat badan anak sering naik dan turun ketika sedang sakit karena pola makan yang tidak teratur.

b.        Ibu Ani Nurwidayanti
Ibu Ani Nurwidayanti mempunyai anak yang bernama Sabina Salsabila Marwa berusia 1,5 bulan. Sabina Salsabila Marwa merupakan anak kedua dari dua bersaudara, memiliki berat badan 4,8 kg dan tinggi badan 53 cm. Pada masa kehamilan tidak ada masalah karena selama masa kehamilan sering periksa ke Bidan. Pada proses kehamilan dalam keadaan normal, tidak ada gejala seperti muntah-muntah dan alergi. Proses melahirkan terjadi secara normal.
c.         Ibu Ulfatur Rokhimah
Ibu Ulfatur Rokhimah mempunyai anak bernama Muhammad Erka Erditama berusia 2,5 tahun dan merupakan anak pertama. Selama masa kehamilan sering merasa mual-mualpada usia kehamilan 1-3 bulan, dan timbul jerawat pada bagian wajah. Menurut Bidan jerawat yang timbul selamakehamilan merupakan bawaan hamil. Selama kehamilan pada bulan ke-7 juga sering sakit seperti meriang dan perut kencang. Pada usia kandungan 7 bulan bayi yang ada dalam kandungan pernah mengalami keracunan karena pola makan yang tidak teratur atau tidak pilih-pilih. Sewaktu hamil rutin memeriksakan kesehatan ke Bidan.  Proses kelahiran terjadi secara normal dan setelah anak lahir anak dalam keadaan sehat dan pertumbuhannya normal. Pada usia 11 bulan anak sudah bisa berjalan dan berbicara. Dalam hal mengkonsumsi makanan anak lebih suka makan ikan dan sayur tetapi nasi tidak begitu suka, anakmudah bergaul dengan temannya tetapi tidak jarang bertengkar dengan temannya karena merasa tidak cocok.
d.        Ibu Akhlis Amalia
Ibu Akhlis Amalia mempunyai anak bernama Najwa Aulia Silva berusia 3 tahun 2 bulan memiliki berat badan 12,1 kg tinggi badan 85 cm. Pada waktu hamil usia 1-3 bulan ibu mengalami mual-mual dan pusing sehingga ibu dibantu dengan mengonsumsi susu Prenagen. Berat badan ibu ketika masa kehamilan antara 55-68 kgdan tinggi badan 158 cm. Proses melahirkan terjadi secara normal pada usia kandungan 9 bulan. Pada masa bayi anak mendapatkan ASI secara eksklusif dan setelah usia 6 bulan baru mendapatkan bantuan makanan berupa nasi dan susu formula. Anak mendapatkan vitamin A pada bulan Februari dan Agustus, mendapat suntik polio, DPT/HB, dan BCG pada usia 7-8 bulan. Ketika anak menderita flu dan demam anak diperiksakan ke Bidan. Anak mengalami prosesberbicara terlebih dahulu pada usia 7-8 bulan dan baru dapat berjalan pada usia 1 tahun 3 bulan.
e.         Ibu Nafiatin Nuruniyah
Ibu Nafiatin Nuruniyahmempunyai anak bernama Bagas Rafif As-Syadar berusia 15 bulan memiliki  berat badan 10 kg dan tinggi badan 76 cm. Selama usia kehamilan ibu dalam keadaan normal, tidak ada gejala apa-apa dan pada proses kelahiran terjadi secara normal. Tidak ada pilih-pilih makanan pada saat hamil semuanya di makan dan tidak ada alergi baik itu ibu maupun anak. Pada usia 15 bulan anak baru dapat berjalan dan bicara. Selama masa pertumbuhan anak mendapatkan ASI secara eksklusif dan tingkah laku anak sangat aktif.
3.         Wawancara dengan Bidan Desa
Berikut adalah hasil wawancara yang kami lakukan dengan Bidan Desa sebagai sebagai berikut:
ISI WAWANCARA
MASALAH YANG DITEMUKAN
a.    Berapa banyak balita yang datang ke Posyandu?
Terdapat 50 balita dalam Posyandu, tapi biasanya yang datang ke Posyandu hanya sekitar 30-40 balita.
b.    Kegiatan apa saja yang dilakukan di Posyandu?
Kegiatannya seperti penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi balita, pengisian KMS, pemberikan imunisasi, pemberian vitamin A, pelayanan kesehatan seperti KB, pemeriksaan ibu hamil, maupun penanggulangan penyakit pada balita, dan pemberian penyuluhan kepada masyarakat.
c.    Jenis imunisasi apa yang diberikan kepada balita di Posyandu?
Imunisasi yang diberikan antara lain :
1.    Imunisasi HBO-0 untuk usia 0-7 hari.
2.    Imunisasi BCG, Polio 1 untuk usia 1 bulan.
3.    Imunisasi DPT/HB 1, Polio 2 untuk usia 2 bulan.
4.    Imunisasi DPT/HB 2, Polio 3 untuk usia 3 bulan.
5.    Imunisasi DPT/HB 3, Polio 4 untuk usia 4 bulan.
6.    Imunisasi Campak untuk usia 9 bulan.
d.   Vitamin apa yang diberikan kepada balita di Posyandu?
Pemberian vitamin A dilaksanakan setiap bulan Februari dan bulan Agustus. Vitamin diberikan kepada bayi yang berumur 6-11 bulan diberikan vitamin A kapsul biru, dan balita diberikan vitamin A kapsul merah.












BAB V
PEMBAHASAN

A.    Keberhasilan Program Posyandu
        Pengelola Posyandu bersama para kader tidak mengalami kesulitan dalam memajukan Posyandu agar bisa berhasil. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan standar pelayanan yang ada di Posyandu Desa Mindahan Kidul sudah melaksanakan 3 standar yaitu upaya promosi kesehatan, upaya kesehatan lingkungan, dan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Upaya kesehatan ibu dan anak dan KB dan upaya perbaikan gizi sudah sering dilakukan oleh petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan Posyandu. Dari semua kegiatan yang lebih mendominasi yaitu pelayanan bayi dan anak balita, imunisasi dan gizi tetapi ibu-ibu hamil dan pasangan usia subur hanya satu dua orang yang datang memeriksakan kehamilan dan memasang KB. Di samping itu sesuai dengan pengamatan di lapangan bahwa sebagian besar masyarakat yang ada di Desa Mindahan Kidul masih ada yang belum mengerti  pentingnya kesehatan. Rata-rata ibu-ibu sudah datang ke Posyandu untuk melakukan pemeriksaan anaknya setiap bulan.
Oleh sebab itu, setiap tiga bulan sekali kader-kader melakukan swiping ke rumah-rumah sasaran Posyandu untuk mengecek apakah aktif dalam kegiatan Posyandu, selain itu para pengelola Posyandu berupaya melakukan kerjasama dengan tokoh masyarakat. Salah satu yang menjadi kendala dalam pelayanan Posyandu belum berhasil sesuai sasaran karena belum ada kerjasama antara tokoh masyarakat tingkat desa dengan pengelola Posyandu maupun kader-kader yang ada di desa. Sehingga para petugas kesehatan ini sulit untuk mendatangkan masyarakat ke Posyandu. Meskipun kader-kader desa telah melakukan swiping dalam waktu tiga bulan sekali datang ke rumah-rumah sasaran Posyandu tetap masih ada juga yang enggan datang membawa anaknya ke Posyandu terutama ibu hamil setiap kali Posyandu hanya satu dua orang saja yang datang ke Posyandu hal ini peneliti temuai di lapangan.
Pelayanan Posyandu kepada masyarakat belum sesuai sasaran karena sebagian dari masyarakat tidak datang ke Posyandu disebabkan masyarakat belum menyadari akan pentingnya kesehatan ibu dan anak. Ada beberapa ibu yang tidak hadir mulai awal kelahiran anaknya, diidentifikasikan oleh masyarakat sekitar bahwa si balita mengami syndrom dan ibunya merasa malu.

B.     Kepuasaan Masyarakat Terhadap Program Posyandu
Bentuk kepuasan masyarakat terhadap program Posyandu diantaranya mereka yang sudah aktif dalam Posyandu mulai dari pelayanan sampai dengan pemberian imunisasi. Walaupun belum semua masyarakat yang ikut dalam kegiatan Posyandu tetapi petugas kesehatan telah memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. Petugas kesehatan sulit mengungkapkan kalau masyarakat itu sudah puas dengan pelayanan yang ada di Posyandu karena tidak semua masyarakat yang ikut dalam Posyandu hanya sebagian kecil dari masyarakat jadi hanya masyarakat yang aktif dalam kegiatan Posyandu yang merasa puas dengan kegiatan Posyandu meliputi pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan kesehatan ibu dan anak seperti imunisasi untuk pencegahan penyakit, penanggulangan diare dan pelayanan KB. Adapun bentuk kepuasan masyarakat diantaranya dengan rutin setiap sebulan sekali memeriksakan pertumbuhan dan perkembangan anaknya ke Posyandu.

C.      Partisipasi Masyarakat Terhadap Posyandu
Partisipasi masyarakat adalah ikut sertanya seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan permasalahan-permasalahan masyarakat tersebut. Partisipasi masyarakat di bidang kesehatan berarti keikutsertaan seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan mereka sendiri. Di dalam hal ini, masyarakat sendirilah yang aktif memikirkan, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasikan program-program kesehatan masyarakatnya. Institusi kesehatan hanya sekadar memotivasi dan membimbingnya (Notoatmodjo, 2007).
Ditinjau dari observasi yang telah dilakukan antusias masyarakat sekitar sangat baik, hampir semua masyarakat sekitar mengikuti kegiatan Posyandu dengan tertib mulai dari penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pemberian imunisasi dan vitamin serta konsultasi tentang kesehatan balita. Kehadiran ibu balita sangat mempengaruhi tingkat partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu. Partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu dapat dilihat dari keaktifan ibu dalam pelaksanaan Posyandu di luar dan di dalam jadwal Posyandu, meliputi keikutsertaan ibu dalam penimbangan anaknya ke Posyandu dan keikutsertaan ibu untuk menggerakkan masyarakat agar ikut serta dalam kegiatan Posyandu.



















BAB VI
PENUTUP

A.      Simpulan
     Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut.
1.         Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mepercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.
2.         Posyandu merupakan bagian dari pembangunan untuk mencapai keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan perpaduan antara pos KB (Keluarga Berencana), pos imunisasi, pos timbang, pos vaksinasi dan pos kesehatan desa. Posyandu telah memainkan peranan penting dalam melakukan mobilitas masyarakat terutama dikalangan bawah untuk ikut serta dalam programprogram kesehatan masyarakat.

B.       Saran
     Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, maka dapat diberikan saran sebagai berikut.
1.         Perlu penyuluhan oleh dinas kesehatan terkait tujuan yang sebenarnya tentang program Posyandu, sehingga dalam pelaksanaanya tidak salah sasaran dan Posyandu dapat berjalan sesui dengan perannya di masyarakat.
2.         Mekanisme dan pembagian kerja lebih sistematis dan sesuai dengan bidangnya masing-masing tujuanya lebih mempermudah dalam pelaksanaan teknis di lapangan.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Poerwandari, K. 2001. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Jakarta: LPSP3 UI.
Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Kartini Kartono. 1996. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung: CV. Mandaar Maju.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Dairur. 1992. Materi-Materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Widya Medika.
Depkes RI. 1992. Pembangunan kesehatan masyarakat. Jakarta: Depkes RI.

Santoso, Soegeng. 2004. Kesehatan Dan Gizi. Jakarta: Rineka Cipta Medika.

Depkes RI. 2006. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta: DEPKES RI.

Kadarzi. 2011. Panduan Kader Posyandu (Menuju Keluarga Sadar Gizi). Jakarta: KEMENKES RI.

Effendi, N. 1998. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehata Masyarakat. Edisi 2: EGC

Abdul, Majid. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Soetdjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

Elizabeth, B. Hurlock. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Ariyadi, Wijaya. 2012. Pendidikan Matematika Realistik, Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu.






















LAMPIRAN

Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Ibu Askuriyah, ibu dari Akmilna Rahma Syahada yang berusia 19 bulan (1 tahun 7 bulan).

FOTO

Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Ibu Ani Nurwidayanti, ibu dari Sabina Salsabila Marwa yang berusia 1.5 bulan.
FOTO

Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Ibu Ulfatur Rokhimah, ibu dari Muhammad Erka Editama yang berusia 2.5 tahun.
FOTO

Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Ibu Akhlis Amalia, ibu dari Najwa Aulia Silva yang berusia 3 tahun 2 bulan.
FOTO

Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Ibu Nafiatin Nuruniyah, ibu dari Bagas Rafif As-Syadar yang berusia 15 bulan.


Dokumentasi saat melakukan kegiatan penimbangan berat badan balita dan pengukuran tinggi badan balita yang dilakukan oleh petugas Posyandu.
Dokumentasi saat melakukan kegiatan pemberian imunisasi dan vitamin kepada balita yang dilakukan oleh Bidan Desa dan pengisian KMS oleh petugas Posyandu.

Dokumentasi dengan Bidan Desa dan Petugas Posyandu Desa Mindahan Kidul RT 04/RW 05.




No comments

Powered by Blogger.