Contoh Laporan Observasi Psikologi Perkembangan Prodi PGSD Fakultas FTIK UNISNU JEPARA
LAPORAN KEGIATAN OBSERVASI
PERAN POSYANDU DALAM MENINGKATKAN
KESEHATAN BALITA DAN ANAK-ANAK DI
DESA MINDAHAN KIDUL
LOGO
Disusun guna Memenuhi Tugas Akhir
Semester Ganjil
Mata Kuliah Psikologi Perkembangan
Dosen PengampuAnita Afrianingsih, M.Pd.
Kelas 3PGSDA2
Oleh
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
.............................
PROGAM STUDI PENIDIKAN GURU SEKOLAH
DASAR
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA JEPARA
2019
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikumWr. Wb.
Alhamdulillahirabbil’alamin,
puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt. yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahNya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan
kegiatan observasi tentang “Peran Posyandu dalam
Meningkatkan Kesehatan Balita dan Anak-Anak di Desa”. Kami mengucapkan
terima kasih kepada IbuAnita Afrianingsih, M.Pd.dosen mata kuliah Psikologi
Perkembangan selaku pembimbing materi. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu sehingga laporan kegiatan observasi ini
dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Laporan kegiatan observasi ini masih jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat kami harapkan demi kesempurnaan laporan kegiatan observasi kami yang
akan datang. Semoga laporan kegiatan observasi ini dapat memberikan informasi
bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu
pengetahuan bagi kita semua. Demikian laporan kegiatan observasi ini kami buat
semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikumWr. Wb.
Jepara, 4 Januari 2019
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...................................................................................... ........ i
KATA PENGANTAR................................................................................... ....... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................. ...... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang............................................................................................. 1
B.
Rumusan
Masalah........................................................................................ 2
C.
Tujuan
Penulisan.......................................................................................... 2
D.
Manfaat
Observasi................................................................................ ....... 2
BAB II LANDASAN TEORI
A.
Pengertian
posyandu.................................................................................... 4
1.
Tujuan
posyandu.............................................................................. ....... 4
2.
Sasaran
posyandu............................................................................. ....... 5
3.
Fungsi
posyandu.............................................................................. ....... 5
4.
Manfaat
posyandu........................................................................... ....... 6
5.
Kegiatan
posyandu.......................................................................... ....... 7
6.
Kader
posyandu............................................................................... ....... 7
7.
Lokasi
posyamdu............................................................................. ....... 8
B.
Partisipasi
masyarakat........................................................................... ....... 8
1.
Indikator
pertisipasi masyarakat...................................................... ....... 9
C.
Pertumbuhan......................................................................................... ..... 10
1.
Ciri-ciri
tumbuh kembang anak........................................................ ..... 10
2.
Penilaian
pertumbuhan fisik anak.................................................... ..... 11
BAB III LOKASI OBSERVASI
A.
Lokasi
dan Waktu Observasi..................................................................... 13
B.
Subjek
Observasi........................................................................................ 13
C.
Variabel
Observasi..................................................................................... 13
D.
Teknik
Pengumpulan Data......................................................................... 14
BAB IV HASIL OBSERVASI
A.
Paparan
Profil Subjek yang Diobservasi............................................... ..... 16
B.
Data
Asli.................................................................................................... 16
BAB V PEMBAHASAN
A.
Keberhasilan Program Posyandu.......................................................... ..... 21
B.
Kepuasan Masyarakat Terhadap Program Posyandu................................. 22
C.
Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Posyandu................................ 22
BAB VI PENUTUP
A.
Simpulan.................................................................................................... 24
B. Saran.......................................................................................................... 24
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kesehatan
merupakan hak asasi (UUD 1945, pasal 28 H ayat 1 dan UU No 23 Tahun 1992) dan
sekaligus sebagai investasi, sehingga perlu diupayakan, diperjuangkan dan
ditingkatkan oleh setiap individu dan oleh seluruh komponen bangsa, agar
masyarakat dapat menikmati hidup sehat, dan pada akhirnya dapat mewujudkan
derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal ini perlu dilakukan, karena
kesehatan bukanlah tanggung jawab pemerintah saja, namun merupakan tanggung
jawab bersama pemerintah dan masyarakat, termasuk swasta. Posyandu merupakan
salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan
diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan, gunamemberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan
kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untk
mepercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Upaya pengembangan kualitas SDM
dengan mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak dapat dilaksanakan secara
merata apabila sistem pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat seperti
posyandu dapat dilakukan secara efektif dan efisien dan dapat menjangkau semua
sasaran yang membutuhkan layanan tumbuh kembang anak, ibu hamil, ibu menyusui,
nifas.
Sejak
terjadinya krisis ekonomi berlangsung diIndonesia yang berkepanjangan sejak
tahun 1997, berpengaruh terhadap kinerja Posyandu yang turun secara bermakna. Dampaknya
terlihat pada menurunya status gizi dan kesehatan masyarakat kelompok rentan,
yakni bayi, anak balita, ibu hamil, dan menyusui. Sebagian besar Pos Pelayanan
Terpadu (Posyandu) di daerah Jawa Tengah terutama di pedesaan tidak berfungsi
secara optimal karena minimnya dana operasional. Kondisi ini tidak dapat
dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, program revitalisasi Posyandu di
daerah, terutama di pedesaan, sudah mendesak dalam upaya peningkatan kualitas
kesehatan, pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan peningkatan status gizi masyarakat
melalui Posyandu dimasa yang mendatang dengan semangat kebersamaan dan
keterpaduan sesuai dengan fungsi masing-masing di tanah air.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa
masalah sebagai berikut.
1.
Bagaimana
peran program posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Mindahan Kidul?
2.
Bagaimana
persepsi warga di Desa Mindahan Kidul
mengenai eksistensi posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat?
3.
Bagaimana
partisipasi masyarakat terhadap Posyandu di Desa Mindahan Kidul?
C.
Tujuan
Penulisan
Berdasarkan rumusan permasalahan di atas, maka tujuan penulisan adalah
sebagai berikut.
1.
Mendeskripsikan
peran program posyandu yang telah dilakukan oleh para kader Posyandu dalam meningkatkan
kualitas kesehatan masyarakat desa di Desa Mindahan
Kidul.
2.
Menjelaskan
persepsi masyarakat mengenai eksistensi posyandu dalam meningkatkan kualitas
kesehatan masyarakat desa diDesa Mindahan Kidul.
3.
Menjelaskan
partisipasi masyarakat terhadap Posyandu di Desa Mindahan Kidul.
D. Manfaat Observasi
Adapun
manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada warga
akan pentingnya Posyandu bagi pemantauan tumbuh kembang balita.
1.
Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis yang bisa diharapkan dari
penelitian ini adalah menambah wawasan tentang pelayanan Posyandu, partisipasi
masyarakat dan tumbuh kembang balita peserta posyandu.
2.
Manfaat Praktis
Terdapat manfaat praktis yang bisa diambil dari adanya observasi ini
diantaranya sebagai berikut.
a.
Bagi Orangtua
Menambah kesadaran orang tua akan pentingnya
Posyandu sebagai pemantauan tumbuh kembang balita dan pemantauan imunisasi
untuk buah hati mereka.
b.
Bagi Kader
Menambah wawasan bagi kader untuk lebih
meningkatkan layanan Posyandu dan meningkatkan partisipasi masyarakat di
wilayah kerja kader tersebut.
c.
Bagi Peneliti
Menambah wawasan tentang layanan Posyandu, respon masyarakat dan tumbuh
kembang balita.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Posyandu
Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu merupakan
salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang
dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan
memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan
dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. (Panduan
Posyandu, Kemen Kes, 2011: 11).
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), adalah suatu tempat pelayan dalam
wilayah kerja tertentu dengan kegiatan terpadu, yang bersifat dari oleh dan
untuk masyarakat secara terpadu dengan program-program dari instansi terkait
untuk mencapai tujuan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera atau KKBS. (Pedoman
Kader, Kemen Kes, 2011:11).
B.
Tujuan Posyandu
Posyandu bertujuan untuk pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat yang dibagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus, yang
akan dijejelaskan sebagai berikut (Kementrian Kesehatan, 2011: 12).
1.
Tujuan Umum
Menunjang percepatan penurunan Angka Kematian Ibu
(AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Anak Balita (AKABA) di
Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat.
2.
Tujuan Khusus
Meningkatnya peran masyarakat dalam penyelenggaraan
upaya kesehatan dasar, Meningkatnya peran lintas sektor dalam penyelenggaraan
Posyandu, terutama berkaitan dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA. Meningkatnya
cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan
penurunan AKI, AKB dan AKABA.
C.
Sasaran Posyandu
Posyandu merupakan program pemerintah dibidang
kesehatan, sehingga semua anggota masyarakat dapat memanfaatkan Pos Pelayanan
Terpadu (Posyandu). Sasaran posyandu adalah seluruh masyarakat/keluarga, yang
menjadi sasaran utamanya adalah bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas, ibu
menyusui, dan Pasangan Usia Subur (PUS) (Kementrian Kesehatan, 2011: 13).
1.
Bayi
Bayi adalah masa bawah 1 tahun, yaitu anak yang baru
lahir dan berusia kurang dari 1 tahun.
2.
Anak balita
3.
Balita adalah masa bawah 5 tahun, yaitu anak
umur 0 sampai 5 tahun
4.
Ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
5.
Pasangan Usia Subur (PUS)
Dari uraian di
atas dapat diambil kesimpulan bahwa, sasaran posyandu merupakan bayi, balita,
ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, Pasangan Usia Subur (PUS) dan Wanita Usia
Subur (WUS) (Efendi, 1998: 268).
D.
Fungsi
Posyandu
Posyandu berfungsi sebagai pemberdayaan
masyarakat untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama
untuk penurunan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak
Balita. Yang dijelaskan sebagai berikut (Kementrian Kesehatan RI, 2011: 13).
1.
Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam
alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan sesama
masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu, Angka
Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak Balita.
2.
Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan
kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan Angka Kematian Ibu, Angka
Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak Balita. Program Posyandu ditujukan untuk
memperbaiki kualitas pertumbuhan dan kesehatan ibu dan anak, sehingga Angka
Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak Balita dapat dicegah
dan ditangani lebih dini oleh pemerintah.
E.
Manfaat Posyandu
Posyandu tidak hanya bermanfaat untuk
masyarakat saja tetapi juga untuk kader, tokoh masyarakat, dan puskesmas. Yang dijabarkan
sebagai berikut:
1.
Bagi Masyarakat
a.
Mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan
informasi dan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan
AKI, AKB dan AKABA.
b.
Memperoleh layanan secara profesional dalam
pemecahan masalah kesehatan terutama terkait dengan kesehatan ibu dan akak
c.
Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan
kesehatan dasar terpadu dan pelayanan sosial sektor lain.
2.
Bagi kader, pengurus posyandu dan tokoh masyarakat
a.
Mendapatkan informasi terlebih dahulu tentang
upaya kesehatan yang terkait dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA.
b.
Dapat pewujutkan aktualisasi dirinya dalam
membantu masyarakat menyelesaikan masalah terkait dengan penurunan AKI, AKB dan
AKABA.
3.
Bagi Puskesmas
a.
Optimalisasi fungsi Puskesmas sebagai pusat
penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat,
pusat pelayanan ksesehatan perorangan primer dan pusat pelayanan kesehatan
masyarakat primer.
b.
Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam
pemecahan masalah kesehatan sesuai kondisi setempat.
c.
Mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat.
Kegiatan
posyandu berada di tengah masyarakat membawakan manfaat yang amat besar bagi
kelangsungan hidup masyarakat. Selain kesehatan ibu dan balita dapat terpantau
dengan baik dan permasalahan kesehatan dapat dicegah, juga pada kader dan tokoh
masyarakat dapat mendapat informasi terlebih dahulu dan dapat membantu
masyarakat kaitannya dalam penurunan tingkat Angka Kematian Ibu, Angka Kematian
Bayi dan Angka Kematian Anak Balita.
F. Kegiatan Posyandu
Kegiatan di Posyandu pada umumnya melipuli
pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan kesehatan ibu dn anak seperti
imunisasi untuk pencegahan penyakit, penanggulangan diare, pelayanan KB,
penyuluhan dan konseling atau rujukan konseling jika diperlukan (Kementrian
Kesehatan RI, 2011: 25).
G. Kader Posyandu
Kader adalah warga masyarakat yang dipilih
dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela. Anggota
masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan
kegiatan posyandu (Kementrian Kesehatan RI, 2011: 19).
Jumlah kader posyandu adalah minimal lima
orang. Jumlah ini sesuai dengan jumlah langkah yang dilaksanakan oleh posyandu,
yakni yang mengacu pada sistim 5 meja. Kegiatan yang dilaksanakan pada setiap
langkah serta para penanggungjawab penyelenggaraannya secara sederhana dapat
diuraikan sebagai berikut (KemenKes RI, 2011: 31).
H. Lokasi Posyandu
Berada di tempat yang mudah didatangi oleh
masyarakat. Lokasi posyandu ditentukan sendiri oleh masyarakat. Posyandu berada
di setiap desa atau kelurahan atau sebutan lainnya yang sesuai. Bila diperlukan
dan memiliki kemampuan, dimungkinkan untuk didirikan di RW, dusun atau sebutan
lainnya yang sesuai (Efendi, 1998: 269).
I. Partisipasi Masyarakat
Secara umum partisipasi masyarakat merupakan
suatu bentuk keterlibatan secara aktif dari masyarakat dalam segala bidang
kehidupan. Hal ini berkaitan dengan pengertian partisipasi yang dikemukakan
dalam kamus besar Bahasa Indonesia tahun 2005 yang menyatakan partisipasi
sebagai hal turut berperan serta dalam suatu kegiatan (Pusat Bahasa, Depdiknas 2005).
Partisipasi masyarakat umumnya dipandang
sebagai suatu bentuk perilaku. Salah satu bentuk perilaku kesehatan adalah
partisipasi ibu balita dalam program Posyandu, yang mewujudkan dengan membawa
anak mereka untuk ditimbang berat badannya ke Posyandu secara teratur setiap
bulan, karena perilaku keluarga sadar gizi (keluarga yang mampumengenal,
mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya) salah satunya dapat
dilihat dari indikator menimbang berat badan balita secara teratur ke Posyandu.
Penimbangan balita dikatakan baik apabila minimalada empat kali anak balita
ditimbang ke Posyandu secara berturut-turutdalam enam bulan dan dikatakan tidak
baik apabila kurang dari empat kali secara berturut-turut ke Posyandu dalam
enam bulan (Depkes RI, 2006).
Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa
partisipasi masyarakat adalah suatu proses sosial anggota kelompok masyarakat
mengidentifkasi kebutuhan-kebutuhannya, mengambil keputusan dan menetapkan
mekanisme untuk memenuhi kebutuhannya.
J. Indikator Partisipasi Masyarakat
Dalam kegiatan posyanduyang dapat dijadikan sebagai indicator tingkat
partisipasi masyarakat, sebagai berikut:
1.
Keanggotaan
Pada kamus besar bahasa Indonesia kata anggota
dapat diartikan bahwa anggota yg dipilih untuk mengelola perkumpulan. Sedangkan
keanggotaan dapat diartikan bahwa hal atau kedudukan sebagai anggota dalam
kepengurusan.
2.
Perencanaan
Menurut Sudjana dalam Majid (2009: 16) menyatakan bahwa perencanaan adalah proses yang sistematis dalam
pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan
datang.
3.
Implementasi
Menutut Usman dalam Wijaya (2012) mengemukakan
bahwa implementasi adalah bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya
mekanisme suatu sistem. Implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu
kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan.
4.
Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan
konsep pendidikan di dalam bidang kesehatan. Konsep pendidikan kesehatan adalah
konsep pendidikan yang diaplikasikan pada bidang kesehatan Notoatmodjo (2003: 97).
5.
Pengembangan Program
Pengembangan adalah suatu kegiatan yang
menghasilkan sesuatu alat atau cara merevisi sesuatu yang telah ada menjadi
baik. Selama kegiatan itu dilaksanakan dengan maksud mengadakan penyempurnaan
yang akhirnya alat atau cara tersebut dipandang cukup bagus untuk digunakan
seterusnya maka berakhirlah kegiatan pengembangan.
K. Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah berkaitan dengan masalah
perubahan secara kuantitatif yaitu peningkatan ukura dan struktur. Tidak saja
anak itu menjadi besar secara fisik, tetap ukuran dan struktur organ dalam dan
otak meningkat (Hurlock, 1978: 23). Pertumbuhan adalah ukuran dan
bentuk tubuh atau anggota tubuh, misalnya bertambah berat badan, bertambah
tinggi badan, bertambah lingkar kepala, bertambah lingkar lengan, tumbuh gigi
susu, dan perubahan tubuh yang lainnya.
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah
sel serta jaringan antar sel, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur
tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang
atau berat. Sedangkan menurut Chaplin dalam Desmita (2009: 5) pertumbuhan adalah suatu pertambahan atau kenaikan dalam ukuran dari
bagian-bagian tubuh atau organisme sebagai satu keseluruhan. Dan menurut
Sinolungan dalam Desmita (2009: 5) pertumbuhan menunjuk pada perubahan
kuantitatif, yaitu dapat dihitung atau diukur seperti panjang atau berat tubuh.
Dari beberapa pengertian di atas maka dapat
diambil kesimpulan bahwa pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk pada
perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan ukuran dan
struktur, seperti pertumbuhan badan yang dapat diukur menggunakan alat.
L. Ciri-Ciri Tumbuh Kembang Anak
Tumbuh kembang anak yang sudah dimuai sejak
masa konsepsi sampai dewasa. Menurut Soetjiningsih (1995: 14) tumbuh kembang anak mempunyai ciri-ciri tersendiri, yaitu:
a.
Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak
di dalam kandungan dan stelah dilahirkan, yaang dipengaruhi oleh faktor bawaan
dan lingkungan.
b.
Dalam periode tertentu terdapat adanya masa
percepatan atau masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan
diantara organ-organ.
c.
Pola perkembangan semua anak sama, tetapi
kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya.
d.
Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi
sistem susunan saraf, contoh tidak ada latihanyang dapat menyebabkan anak dapat
berjalan sampai sistem saraf siap untuk berjalan.
e.
Aktivitas seluruh tubuh diganti respons
individu yang khas.
f.
Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal.
Langkah pertama sebelum berjalan adalah perkembangan menegakkan kepala.
g.
Reflek primitif seperti reflek memegang dan
berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai (Soetjiningsih,
1995: 14).
Setiap anak
adalah individu yang unik, karena faktor bawaan yang berbeda maka pertumbuhan
dan pencapaian kemampuan perkembangannya juga berbeda pada setiap anak.
M. Penilaian Pertumbuhan Fisik Anak
Penilaian tumbuh kembang anak perlu dilakukan
untuk menentukan apakah tumbuh kembang seorang anak berjalan normal atau tidak.
Anak yang sehat akan menunjukkan tumbuh kembang yang optimal. Proses tumbuh
kembang merupakan proses yang berkesinambungan mulai dari proses kehamilan
sampai dewasa, yang mengikuti pola tertentu yang khas untuk setiap anak.
Penilaian pertumbuhan anak dilakukan dengan pengukuran berat badan, tinggi
badan, lingkar kepala, lingkaran lengan atas, lipatan kulit (Soetjiningsih 1995: 38).
1.
Berat Badan
Berat badan merupakan hasil peningkatan atau
penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. Berat badan dipakai sebagai
indikator untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh kembang anak.
2.
Tinggi Badan
Ukuran tinggi badan pada masa pertumbuhan meningkat
terus sampai tinggi maksimal dicapai. Walaupun kenaikan tinggi badan ini
berfluktuasi, diman tinggi badan meningkat pada masa bayi, kemudian melambat
dan menjadi cepat kembali selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada
umur 18-20 tahun. Pengukuran tinggi badan dapat dilakukan dengan alat pengukur
tinggi badan.
3.
Lingkar Kepala
Lingkar kepala mencerminkan volume
intrakkranial. Dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. Apabila otak tidak
tumbuh normal maka kepala akan kecil.
4.
Lingkar Lengan Atas
Lingkar lengan atas mencerminkan tumbuh
kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan
cairan tubuh dibandingkan berat badan. Dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi
atau tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah.
5.
Lipatan Kulit
Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan
subskapular merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak dibawah kulit,
yang mencerminkan kecukupan energi.
BAB III
LOKASI OBSERVASI
A. Lokasi dan Waktu Observasi
I.
Lokasi Observasi
Dalam
observasi ini kami melakukan kegiatan observasi di Posyandu Desa Mindahan Kidul
RT 04 RW 05 Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah.
II.
Pelaksanaan Observasi
Kami
melaksanakan observasi selama satu kali
pada hari Sabtu, 22 Desember 2018 dengan kegiatan sebagai berikut:
a.
Perkenalan dan meminta izin untuk melakukan observasi.
b.
Menyerahkan surat pengantar kepada Kepala Desa Mindahan Kidul.
c.
Melakukan kegiatan observasi di Posyandu bersama Bidan Desa dan
Petugas Posyandu, dan balita peserta Posyandu
d.
Melakukan serangkaian wawancara dengan Bidan Desa dan ibu-ibu
peserta Posyandu.
e.
Dokumentasi dengan Bidan Desa, petugas Posyandu, balita dan
ibu-ibu peserta Posyandu.
B. Subjek Observasi
Subjek observasi yang kami pilih untuk menjadi narasumber
observasi yaitu Bidan Desa, Petugas Posyandu serta ibu-ibu peserta Posyandu.
A. Variabel Observasi
Variabel observasi dalam kegiatan observasi ini adalah perkembangan balita (bayi umur 0-5 tahun) mulai dari masih dalam kandungan sampai sekarang.
B. Tehnik Pengumpulan Data
Adapun
teknik pengumpulan data observasi adalah sebagai berikut:
1.
Observasi
Observasi adalah mengumpulkan data atau keterangan yang harus
dijalankan dengan melakukan usaha-usaha pengamatan secara langsung ke tempat
yang akan diselidiki (Arikunto, 2006: 124). Banister mengemukakan (dalam
Poerwandari, 2001) istilah observasi berasal dari bahasa Latin yang berarti
melihat dan memperhatikan. Secara luas, Banister menjelaskan bahwa observasi
diarahkan pada kegiatan yang memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena
yang muncul dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Dalam observasi ini peneliti hanya melakukan
observasi di Posyandu, yaitu dengan mengobservasi kegiatan yang dilaksanakan di
Posyandu. Hal ini dilakukan supaya observer mengetahui perkembangan
balita mulai dari masih dalam kandungan sampai sekarang. Teknik yang digunakan
dalam observasi ini dilakukan secara langsung. Peneliti mengamati kegiatan dan
pelayanan di Posyandu, serta mengamati tingkah laku balita.
2.
Wawancara
Wawancara adalah suatu metode penelitian yang meliputi pengumpulan
data melalui interaksi verbal secara langsung antara pewawancara dan responden
(Sugiyono, 2014: 72). Adapun Kartono mengemukakan bahwa wawancara merupakan
suatu percakapan tanya jawab lisan
antara dua orang atau lebih yang duduk berhadapan secara fisik dan
diarahkan pada suatu masalah (Kartono, 1996: 187). Wawancara digunakan sebagai
teknik pengumpulan data apabila peneliti akan melaksanakan studi pendahuluan
untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga peneliti ingin
mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya
kecil atau sedikit (Sugiyono, 2010: 194). Dalam penelitian ini dipergunakan wawancara secara langsung dan berstuktur dimana pertanyaan wawancara sudah
dipersiapkan dalam bentuk pedoman wawancara. Responden yang diwawancarai adalah
orang tua balita dan Bidan Desa. Tujuan dari wawancara ini untuk medapatkan riwayat
perkembangan balita mulai dari dalam kandungan sampai sekarang serta mengetahui
bagaimana pelayanan Posyandu di Desa.
BAB IV
HASIL OBSERVASI
A. Paparan Profil Subyek yang Diobservasi
Subyek observasi yang peneliti pilih untuk
narasumber observasi yaitu balita usia 0-5 tahun. Peniliti mengambil subyek
observasi sebanyak 5 balita. Adapun profil mengenai narasumber adalah sebagai
berikut.
No
|
Nama Ibu
|
Nama Balita
|
Usia Balita
|
1.
|
Ibu Askuriyah
|
Aqmilna Rahma Syahada
|
19 bulan (1 tahun 7 bulan)
|
2.
|
Ibu Ani Nurwidayanti
|
Sabina Salsabila Marwa
|
1,5 bulan
|
3.
|
Ibu Ulfatur Rokhimah
|
Muhammad Erka Erditama
|
2,5 tahun
|
4.
|
Ibu Akhlis Amalia
|
Najwa Aulia Silva
|
3 tahun 2 bulan
|
5.
|
Ibu Nafiatin Nuruniyah
|
Bagas Rafif As-Syadar
|
15 bulan
|
B. Data Asli
Data asli terdiri dari data hasil observasi dan
wawancara.
1.
Hasil Observasi
Peneliti melakukan observasi di Posyandu Desa
Mindahan Kidul RT 04/RW 05. Peneliti mengamati tentang kegiatan apa saja yang
ada di Posyandu seperti proses penimbangan berat badan balita, proses
pengukuran tinggi badan balita, proses pemberian imunisasi, proses pemberian
vitamin, serta proses pelayanan yang diberikan oleh petugas Posyandu kepada
masyarakat. Pelayanan Posyandu diberikan oleh Bidan Desa dan petugas Posyandu.
Bidan Desa bertugas memberikan imunisasi dan vitamin kepada balita, dan petugas
posyandu yang lain ada yang menimbang berat badan bayi, mengukur tinggi badan
bayi, dan mengisi KMS.
Kegiatan Posyandu yang dilaksanakan berjalan dengan
tertib dan teratur, semua ibu-ibu yang datang berkumpul, mendengarkan
penyuluhan dan melakukan pemeriksaaan secara bergantian. Hasil dari pengukuran
berat badan dan tinggi badan balita dicatat dalam buku ibu dan anak oleh
petugas Posyandu. Pemberian imunisasi dan vitamin diberikan oleh Bidan Desa,
banyak balita yang menangis setelah mendapat imunisasi, karena merasa sakit
setelah disuntik.
2.
Hasil Wawancara
Berikut ini adalah hasil wawancara yang kami lakukan
dengan ibu-ibu peserta posyandu dalam kegiatan observasi sebagai berikut.
a.
Ibu Askuriyah
Ibu Askuriyah mempunyai anak bernama Aqmilna Rahma
Syahadaberusia 19 bulan (1 tahun 7 bulan) memiliki berat badan 9,9 kg dan
tinggi badan 72 cm. Selama masa kehamilan, ibu hanya mengalami mual-mual,
pusing, dan lemes pada usia kandungan 1-3 bulan,bulan selanjutnyadalam keadaan
normal. Pada proses kehamilan, ibu sering meminum susu. Selama masa pertumbuhan,
anak mendapat ASI secara eksklusif sampai usianya 5 bulan,selanjutnyadiganti
dengan susu SGM. Masa pertumbuhan anak dalam keadaan normal-normal saja, tidak
pernah mengalami alergi dan gatal-gatal karena daya tahan tubuh anak kebal. Di
usia 9 bulan anak sudah bisa berjalan,dan pada usia 17 bulan anak sudah bisa
berbicara dengan jelas, seperti mengucapkan kata “Bapak, Ibu, Mbah, dan Kakak”.
Anak mempunyai perilaku yang aktif(hiperaktif),sering jalan-jalan, jarang tidur,
dan mudah bergaul dengan teman. Ketika anak terlalu sering bermain maka berakibat
pada kesehatannya, seperti batuk, pilek, dan tidak mau makan sehingga harus dibawa
ke Bidan untuk berobat. Berat badan anak sering naik dan turun ketika sedang
sakit karena pola makan yang tidak teratur.
b.
Ibu Ani Nurwidayanti
Ibu Ani Nurwidayanti mempunyai anak yang bernama
Sabina Salsabila Marwa berusia 1,5 bulan. Sabina Salsabila Marwa merupakan anak
kedua dari dua bersaudara, memiliki berat badan 4,8 kg dan tinggi badan 53 cm.
Pada masa kehamilan tidak ada masalah karena selama masa kehamilan sering periksa
ke Bidan. Pada proses kehamilan dalam keadaan normal, tidak ada gejala seperti
muntah-muntah dan alergi. Proses melahirkan terjadi secara normal.
c.
Ibu Ulfatur Rokhimah
Ibu Ulfatur Rokhimah mempunyai anak bernama Muhammad
Erka Erditama berusia 2,5 tahun dan merupakan anak pertama. Selama masa
kehamilan sering merasa mual-mualpada usia kehamilan 1-3 bulan, dan timbul jerawat
pada bagian wajah. Menurut Bidan jerawat yang timbul selamakehamilan merupakan
bawaan hamil. Selama kehamilan pada bulan ke-7 juga sering sakit seperti
meriang dan perut kencang. Pada usia kandungan 7 bulan bayi yang ada dalam
kandungan pernah mengalami keracunan karena pola makan yang tidak teratur atau
tidak pilih-pilih. Sewaktu hamil rutin memeriksakan kesehatan ke Bidan. Proses kelahiran terjadi secara normal dan
setelah anak lahir anak dalam keadaan sehat dan pertumbuhannya normal. Pada
usia 11 bulan anak sudah bisa berjalan dan berbicara. Dalam hal mengkonsumsi makanan
anak lebih suka makan ikan dan sayur tetapi nasi tidak begitu suka, anakmudah
bergaul dengan temannya tetapi tidak jarang bertengkar dengan temannya karena
merasa tidak cocok.
d.
Ibu Akhlis Amalia
Ibu Akhlis Amalia mempunyai anak bernama Najwa Aulia
Silva berusia 3 tahun 2 bulan memiliki berat badan 12,1 kg tinggi badan 85 cm. Pada
waktu hamil usia 1-3 bulan ibu mengalami mual-mual dan pusing sehingga ibu
dibantu dengan mengonsumsi susu Prenagen. Berat badan ibu ketika masa kehamilan
antara 55-68 kgdan tinggi badan 158 cm. Proses melahirkan terjadi secara normal
pada usia kandungan 9 bulan. Pada masa bayi anak mendapatkan ASI secara eksklusif
dan setelah usia 6 bulan baru mendapatkan bantuan makanan berupa nasi dan susu
formula. Anak mendapatkan vitamin A pada bulan Februari dan Agustus, mendapat suntik
polio, DPT/HB, dan BCG pada usia 7-8 bulan. Ketika anak menderita flu dan demam
anak diperiksakan ke Bidan. Anak mengalami prosesberbicara terlebih dahulu pada
usia 7-8 bulan dan baru dapat berjalan pada usia 1 tahun 3 bulan.
e.
Ibu Nafiatin Nuruniyah
Ibu Nafiatin Nuruniyahmempunyai anak bernama Bagas Rafif
As-Syadar berusia 15 bulan memiliki berat badan 10 kg dan tinggi badan 76 cm. Selama
usia kehamilan ibu dalam keadaan normal, tidak ada gejala apa-apa dan pada
proses kelahiran terjadi secara normal. Tidak ada pilih-pilih makanan pada saat
hamil semuanya di makan dan tidak ada alergi baik itu ibu maupun anak. Pada
usia 15 bulan anak baru dapat berjalan dan bicara. Selama masa pertumbuhan anak
mendapatkan ASI secara eksklusif dan tingkah laku anak sangat aktif.
3.
Wawancara dengan Bidan Desa
Berikut adalah hasil wawancara yang kami lakukan
dengan Bidan Desa sebagai sebagai berikut:
ISI WAWANCARA
|
MASALAH YANG DITEMUKAN
|
a. Berapa banyak balita yang datang ke Posyandu?
|
Terdapat 50 balita dalam Posyandu, tapi biasanya
yang datang ke Posyandu hanya sekitar 30-40 balita.
|
b. Kegiatan apa saja yang dilakukan di Posyandu?
|
Kegiatannya seperti penimbangan berat badan balita,
pengukuran tinggi balita, pengisian KMS, pemberikan imunisasi, pemberian
vitamin A, pelayanan kesehatan seperti KB, pemeriksaan ibu hamil, maupun
penanggulangan penyakit pada balita, dan pemberian penyuluhan kepada
masyarakat.
|
c. Jenis imunisasi apa yang diberikan kepada balita di
Posyandu?
|
Imunisasi yang diberikan antara lain :
1. Imunisasi HBO-0 untuk usia 0-7 hari.
2. Imunisasi BCG, Polio 1 untuk usia 1 bulan.
3. Imunisasi DPT/HB 1, Polio 2 untuk usia 2 bulan.
4. Imunisasi DPT/HB 2, Polio 3 untuk usia 3 bulan.
5. Imunisasi DPT/HB 3, Polio 4 untuk usia 4 bulan.
6. Imunisasi Campak untuk usia 9 bulan.
|
d. Vitamin apa yang diberikan kepada balita di
Posyandu?
|
Pemberian vitamin A dilaksanakan setiap bulan
Februari dan bulan Agustus. Vitamin diberikan kepada bayi yang berumur 6-11
bulan diberikan vitamin A kapsul biru, dan balita diberikan vitamin A kapsul
merah.
|
BAB V
PEMBAHASAN
A.
Keberhasilan Program Posyandu
Pengelola Posyandu bersama para kader tidak mengalami kesulitan
dalam memajukan Posyandu agar bisa berhasil. Berdasarkan hasil pengamatan di
lapangan standar pelayanan yang ada di Posyandu Desa Mindahan Kidul sudah
melaksanakan 3 standar yaitu upaya promosi kesehatan, upaya kesehatan
lingkungan, dan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Upaya
kesehatan ibu dan anak
dan KB dan upaya perbaikan gizi sudah sering dilakukan oleh petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan Posyandu. Dari semua kegiatan
yang lebih mendominasi yaitu pelayanan bayi dan anak balita, imunisasi dan gizi
tetapi ibu-ibu hamil dan pasangan usia subur hanya satu dua orang yang datang
memeriksakan kehamilan dan memasang KB. Di samping itu sesuai dengan pengamatan
di lapangan bahwa sebagian besar masyarakat yang ada di Desa Mindahan Kidul masih
ada yang belum mengerti pentingnya
kesehatan. Rata-rata ibu-ibu sudah datang ke Posyandu untuk melakukan
pemeriksaan anaknya setiap bulan.
Oleh sebab itu, setiap tiga
bulan sekali kader-kader melakukan swiping ke rumah-rumah sasaran Posyandu
untuk mengecek apakah aktif dalam kegiatan Posyandu, selain itu para pengelola Posyandu
berupaya melakukan kerjasama dengan tokoh masyarakat. Salah satu yang menjadi
kendala dalam pelayanan Posyandu belum berhasil sesuai sasaran karena belum ada
kerjasama antara tokoh masyarakat tingkat desa dengan pengelola Posyandu maupun
kader-kader yang ada di desa. Sehingga para petugas kesehatan ini sulit untuk
mendatangkan masyarakat ke Posyandu. Meskipun kader-kader desa telah melakukan swiping dalam
waktu tiga bulan sekali datang ke rumah-rumah sasaran Posyandu tetap masih ada
juga yang enggan datang membawa anaknya ke Posyandu terutama ibu hamil setiap
kali Posyandu hanya satu dua orang saja yang datang ke Posyandu hal ini
peneliti temuai di lapangan.
Pelayanan Posyandu kepada
masyarakat belum sesuai sasaran karena sebagian dari masyarakat tidak datang ke
Posyandu disebabkan masyarakat belum menyadari akan pentingnya kesehatan ibu
dan anak. Ada beberapa ibu yang tidak hadir mulai awal kelahiran anaknya,
diidentifikasikan oleh masyarakat sekitar bahwa si balita mengami syndrom dan
ibunya merasa malu.
B. Kepuasaan Masyarakat
Terhadap Program Posyandu
Bentuk kepuasan masyarakat terhadap program Posyandu
diantaranya mereka yang sudah aktif dalam Posyandu mulai dari pelayanan
sampai dengan pemberian imunisasi. Walaupun belum semua masyarakat yang ikut
dalam kegiatan Posyandu tetapi petugas kesehatan telah memberikan layanan
kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. Petugas kesehatan sulit mengungkapkan
kalau masyarakat itu sudah puas dengan pelayanan yang ada di Posyandu karena
tidak semua masyarakat yang ikut dalam Posyandu hanya sebagian kecil dari
masyarakat jadi hanya masyarakat yang aktif dalam kegiatan Posyandu yang merasa
puas dengan kegiatan Posyandu meliputi pemantauan tumbuh kembang balita,
pelayanan kesehatan ibu dan anak seperti imunisasi untuk pencegahan penyakit,
penanggulangan diare dan pelayanan KB. Adapun bentuk kepuasan masyarakat
diantaranya dengan rutin setiap sebulan sekali memeriksakan pertumbuhan dan
perkembangan anaknya ke Posyandu.
C.
Partisipasi
Masyarakat Terhadap Posyandu
Partisipasi masyarakat adalah ikut sertanya seluruh
anggota masyarakat dalam memecahkan permasalahan-permasalahan masyarakat
tersebut. Partisipasi masyarakat di bidang kesehatan berarti keikutsertaan
seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan mereka sendiri.
Di dalam hal ini, masyarakat sendirilah yang aktif memikirkan, merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasikan program-program kesehatan masyarakatnya.
Institusi kesehatan hanya sekadar memotivasi dan membimbingnya (Notoatmodjo,
2007).
Ditinjau
dari observasi yang telah dilakukan antusias masyarakat sekitar sangat baik,
hampir semua masyarakat sekitar mengikuti kegiatan Posyandu dengan tertib
mulai dari penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pemberian
imunisasi dan vitamin serta konsultasi tentang kesehatan balita. Kehadiran ibu
balita sangat mempengaruhi tingkat partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu. Partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu
dapat dilihat dari keaktifan ibu dalam pelaksanaan Posyandu di luar dan di dalam
jadwal Posyandu, meliputi keikutsertaan ibu dalam penimbangan anaknya ke Posyandu
dan keikutsertaan ibu untuk menggerakkan masyarakat agar ikut serta dalam
kegiatan Posyandu.
BAB VI
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, maka
dapat diambil simpulan sebagai berikut.
1.
Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber
daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama
masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan
masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh
pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mepercepat penurunan angka kematian
ibu dan bayi.
2.
Posyandu merupakan bagian dari pembangunan untuk mencapai keluarga
kecil, bahagia dan sejahtera. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan
perpaduan antara pos KB (Keluarga Berencana), pos imunisasi, pos timbang, pos
vaksinasi dan pos kesehatan desa. Posyandu telah memainkan peranan penting
dalam melakukan mobilitas masyarakat terutama dikalangan bawah untuk ikut serta
dalam programprogram kesehatan masyarakat.
B. Saran
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan,
maka dapat diberikan
saran sebagai berikut.
1.
Perlu penyuluhan oleh dinas kesehatan terkait tujuan yang
sebenarnya tentang program Posyandu, sehingga dalam pelaksanaanya tidak salah
sasaran dan Posyandu dapat berjalan sesui dengan perannya di masyarakat.
2.
Mekanisme dan pembagian kerja lebih sistematis dan sesuai dengan
bidangnya masing-masing tujuanya lebih mempermudah dalam pelaksanaan teknis di
lapangan.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Poerwandari, K. 2001. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian
Perilaku Manusia. Jakarta: LPSP3 UI.
Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung:
Alfabeta.
Kartini Kartono. 1996. Pengantar Metodologi Riset Sosial.
Bandung: CV. Mandaar Maju.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:
Alfabeta.
Dairur. 1992. Materi-Materi
Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Widya Medika.
Depkes RI. 1992. Pembangunan kesehatan masyarakat.
Jakarta: Depkes RI.
Santoso, Soegeng. 2004. Kesehatan Dan
Gizi. Jakarta: Rineka Cipta Medika.
Depkes RI. 2006. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta: DEPKES RI.
Kadarzi. 2011. Panduan Kader Posyandu (Menuju
Keluarga Sadar Gizi). Jakarta: KEMENKES RI.
Effendi, N. 1998. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehata
Masyarakat. Edisi 2: EGC
Abdul,
Majid. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Desmita.
2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Soetdjiningsih.
1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.
Elizabeth,
B. Hurlock. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
Ariyadi,
Wijaya. 2012. Pendidikan Matematika Realistik, Suatu Alternatif Pendekatan
Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu.
LAMPIRAN
Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Ibu Askuriyah, ibu dari Akmilna
Rahma Syahada yang berusia 19 bulan (1 tahun 7 bulan).
FOTO
Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Ibu Ani Nurwidayanti, ibu dari
Sabina Salsabila Marwa yang berusia 1.5 bulan.
FOTO
Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Ibu Ulfatur Rokhimah, ibu dari
Muhammad Erka Editama yang berusia 2.5 tahun.
FOTO
Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Ibu Akhlis Amalia, ibu dari
Najwa Aulia Silva yang berusia 3 tahun 2 bulan.
FOTO
Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Ibu Nafiatin Nuruniyah, ibu
dari Bagas Rafif As-Syadar yang berusia 15 bulan.
Dokumentasi saat melakukan kegiatan penimbangan berat badan balita dan
pengukuran tinggi badan balita yang dilakukan oleh petugas Posyandu.
Dokumentasi saat melakukan kegiatan pemberian imunisasi dan vitamin kepada
balita yang dilakukan oleh Bidan Desa dan pengisian KMS oleh petugas Posyandu.
Dokumentasi dengan Bidan Desa dan Petugas Posyandu Desa Mindahan Kidul RT
04/RW 05.
Leave a Comment