Prinsip-prinsip Penyajian Kurikulum
PRINSIP PENYAJIAN KURIKULUM
Prinsip penyajian dalam PKn menurut
Abdul Aziz Wahab (2002:28) ada empat yaitu sebagai berikut:
1.
Dari
mudah ke sukar
Prinsip
ini digunakan dalam pengajaran khususnya dalam pendidikan nilai, moral, dan
teori-teori pendidikan. Untuk memahami hal-hal yang bersifat sukar dimulai dari
yang bersifat mudah. Apabila dilihat dari prinsip perkembangan anak, prinsip
ini memang sangat tepat untuk peserta didik.
2.
Dari
sederhana ke rumit
Prinsip
ini pada dasarnya adalah konsep atau nilai dan moral yang berkenaan dengan
pengamalan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jadi konsep atau nilai
dan moral termasuk dalam hal keterampilan (skill)
mulai dari yang sederhana ke yang rumit.
Malalui
pembiasaan, latihan atau keteladanan yang dimulai sejak kecik, akan terbiasa
dengan hal-hal yang baik yang sifatnya masih sederhana, kemudian ditingkatkan
secara bertahap ke hal-hal yang sifatnya lebih sukar. Kematangan usia juga
sangat memiliki peran dalam kaitannya dengan fase-fase perkembangan. Peserta
didik mudah menangkap dari hasil pengamatan.
3.
Dari
yang bersifat kongkrit ke Abstrak
Peserta
didik pada prinsipnya lebih mudah menangkap hal-hal yang sifatnya kongkrit dari
pada yang sifatnya abstrak. Pendidik dapat memberikan contoh-contoh sederhana
yang dapat ditiru oleh peserta didik. Media sangat diperlukan untuk
mendongkritkan sesuatu hal yang di rasa sangat di perlukan guna mempermudah
pemahaman peserta didik.
4.
Dari
lingkungan paling dekat ke lingkungan lebig luas
Lingkungan
pendidikan yang pertama dan utama bagi anak adalah lingkungan keluarga. Dalam
keluarga anak lebih banyak melakukan interaksi. Namun apakah lingkungan
keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama dalam memperoleh pendidikan.
Anak
dibesarkan dalam keluarga yang pada dasanya dilakukan oleh orang tua sebagai
wujud tanggung jawab. Hal itu sebagai wujud alamiah yang didasari oleh rasa
kasih sayang orang tua kepada anaknya. Sehingga apabila orang tua melakukan
dengan tanggung jawab, maka hal itu sebagi suri tauladan bagi anaknya. Demikian
juga sebaliknya apabila orang tua tidak memperdulikan anaknya dengan tidak
memberikan kasih sayang maka yang terjadi adalah sikap tidak tanggung jawab.
Proses ini akan memberikan gambaran kepada anak bahwasannya ada aturan-aturan
atau norma-norma yang harus dipatuhi dalam bergaul atau berinteraksi dengan
orang lain.
Leave a Comment